Akademisi hingga NGO Tekankan Pentingnya Pendampingan Usaha agar Bantuan Modal Tepat Sasaran

    Akademisi hingga NGO Tekankan Pentingnya Pendampingan Usaha agar Bantuan Modal Tepat Sasaran

    SURABAYA  - Bencana yang melanda wilayah Sumatra khususnya Pidie Jaya Aceh tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi penggerak ekonomi lokal. Kerusakan aset dan peralatan usaha, hilangnya stok barang, hingga terhentinya operasional membuat banyak pelaku usaha kehilangan sumber penghasilan.

    Melalui program Pendampingan UKM Penyintas Bencana, para dosen ahli memberikan penguatan strategi pemanfaatan bantuan modal agar tepat sasaran dan tepat guna. Dosen Universitas Malikussaleh, Dr Ibrahim Chalid, MSi menegaskan bahwa bantuan modal tanpa pendampingan berisiko tidak optimal.

    “Pendampingan adalah kunci agar bantuan benar-benar produktif dan usaha bisa pulih lebih cepat, ” jelasnya. Senin (23/2/2026).

    Tantangan Pasca Bencana

    Sejumlah permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha pasca-bencana adalah modal yang habis untuk kebutuhan konsumtif, tidak adanya perencanaan penggunaan dana, minimnya pencatatan keuangan, dan omzet yang belum stabil. Menurutnya, banyak pelaku usaha belum memiliki strategi pemasaran ulang untuk menjangkau kembali pelanggan.

    Padahal, UKM memiliki peran vital sebagai penggerak ekonomi lokal. Karena itu, program ini bertujuan memastikan bantuan modal digunakan untuk kebutuhan produktif, membantu pelaku usaha menyusun rencana pemulihan, dan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha agar dapat berkembang kembali.

    Prinsip dan Tahapan Pendampingan

    Chalid menjelaskan bahwa transparansi dan partisipasi juga menjadi perhatian utama, dengan mendorong pelaku usaha terlibat dalam penyusunan rencana dan pencatatan keuangan. Tahapan program meliputi proses asesmen dan pendataan, penyusunan rencana pemulihan usaha, penyaluran bantuan modal, pendampingan teknis selama satu hingga tiga bulan, serta monitoring dan evaluasi berkala.

    Ia berharap semoga bantuan dari UNAIR dapat menjadi berkah untuk kita semua. “Manfaatkan stimulus modal ini dengan baik dan jangka panjang, ” paparnya.

    Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA), Dr Mujiburrahman, SPd MHum menyambut baik dukungan dan pendampingan yang diberikan.

    “Apa yang sudah dibawa teman-teman UNAIR diharapkan dapat menjadi rahmat bagi kita. Saya sangat yakin sekali ini sangat berkah, ” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaku usaha sangat bergantung pada kedisiplinan dalam mengelola usaha dan bantuan yang diterima. “Saya ingin bercerita bahwa pelaku usaha yang berhasil adalah mereka yang disiplin. Secara pengalaman kita sudah cukup berpengalaman. Kalau bisa dana ini jangan dibelok-belokkan. Misalnya nanti UNAIR ke sini lagi, kita sudah bangkit lebih baik lagi, ” pesannya. 

    surabaya
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Dr Achsania H SE MSi: Kenali Pasar dan Rencanakan...

    Artikel Berikutnya

    Akademisi UNAIR Sebut Puasa Bisa Latih Kontrol...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    KAI Daop 7 Madiun: Angkutan Barang Melaju Pesat di Awal 2026
    Kejari Tanjung Perak Terapkan WFH Mulai 17 April, PTPS dan Tilang Tetap Buka
    Lautan Sepeda! Ribuan Warga Mojokerto Tumpah Ruah Ikuti Funbike, Semarakkan HUT Ke 80 Persit
    Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

    Ikuti Kami